LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I _ KELOMPOK 5 _ REAKSI PEMBATAS

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I

 REAKSI PEMBATAS 



 Kelompok : 5 (Lima)

 • Abdul Hafizh Asyuja’ (11220960000075)

 • Yusriana Miftakhul Jannah (11220960000083)

 • Putri Adela Uswatun Hasanah (11220960000085)

 Kelas : Kimia C1

 Tanggal : 17 Oktober 2022

 Dosen : Ahmad Fathoni, M.Si. 

Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi 

 Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

 Tahun 2022 


 BAB I 

 PENDAHULUAN 

 1.1. Prinsip Percobaan Pereaksi pembatas adalah pereaksi yang habis lebih dulu dalam sebuah reaksi kimia. Sesuai namanya, pereaksi pembatas akan membatasi jumlah produk yang dapat dihasilkan dalam reaksi kimia. Ketika pereaksi pembatas habis bereaksi, maka reaksi pun akan berhenti. Oleh karena itu, percobaan ini dilakukan untuk mengetahui cara menentukan pereaksi pembatas dalam reaksi kimia.

 1.2. Tujuan Percobaan 

  1. Mahasiswa/i dapat menentukan reaktan pembatas dari suatu reaksi kimia pembatas.
  2. Mahasiswa/i dapat memprediki hubungan antara tinggi endapan yang terbentuk dengan banyaknya produk yang di hasilkan. 
  3. Mahasiswa/i mampu menghitung endapan yang terbentuk berdasarkan prinsip stokiometri (hasil teoritis). 
  4. Mahasiswa/i mampu menentukan persen yield dan endapan yang terbentuk. 


 BAB II 

 TINJAUAN PUSTAKA

     Stoikiometri adalah ilmu yang mempelajari kuantitas produk dan reaktan dalam reaksi kimia. Perhitungan stoikiometri paling baik dikerjakan dengan menyatakan kuantitas yang diketahui dan yang tidak diketahui dalam mol dan kemudian bila perlu dikonversi menjadi satuan lain. Pereaksi pembatas adalah reaktan yang ada dalam jumlah stoikiometri terkecil. Reaktan ini membatasi jumlah produk yang dapat dibentuk. (Chang, 2004)

     Dalam stoikiometri dipelajari hubungan antara berat zat yang bereaksi dan yang dihasilkan pada suatu reaksi. Jumlah pereaksi yang direaksikan akan mempengaruhi jumlah produk yang diperoleh. Dalam reaksi kimia terdapat dua jenis pereaksi yaitu pereaksi pembatas dan pereaksi berlebih. Sesuai namanya, pereaksi pembatas adalah zat (pereaksi) yang membatasi jumlah produk yang dihasilkan pada suatu reaksi. Dikatakan membatasi jumlah produk yang dihasilkan dikarenakan zat tersebut telah habis terlebih dahulu ketika zat yang lain masih tersedia. Atau dengan kata lain, perekasi pembatas adalah pereaksi yang habis terlebih dahulu. (Nurhasni & Yusraini, 2022)

     Ketika seorang kimiawan mengerjakan suatu reaksi, reaktan biasanya tidak terdapat dalam jumlah stoikiometri (stoichiometric amounts) yang tepat, yaitu dalam perbandingan yang ditunjukkan oleh persamaan yang setara. Karena tujuan reaksi adalah menghasilkan kuantitas maksimum senyawa yang berguna dari sejumlah tertentu material awal, seringkali satu reaktan dimasukkan dalam jumlah berlebih untuk menjamin bahwa reaktan yang lebih mahal seluruhnya diubah menjadi produk yang diinginkan. Konsekuensinya, beberapa reaktan akan tersisa pada akhir reaksi. Reaktan yang pertama kali habis digunakan pada reaksi kimia disebut pereaksi pembatas (limiting reagent), karena jumlah maksimum produk yang terbentuk tergantung pada beberapa jumlah awal dari reaktan ini. Jika reaktan ini telah digunakan semua, tidak ada lagi produk yang dapat terbentuk. (Chang, 2004)

     Pereaksi pembatas dapat ditentukan dengan cara membagi jumlah mol setiap pereaksi masing-masing dengan koefisien reaksinya. Penentuan pereaksi pembatas dapat dilakukan hanya ketika persamaan reaksi kimia sudah berada dalam keadaan setara. Pereaksi pembatas adalah pereaksi yang nilai quosiennya pling kecil. Setelah pereaksi pembatas ditentukan, perhitungan selanjutnya, untuk menentukan jumlah produk yang dihasilkan, mol pereaksi pembatas digunakan sebagai pembanding. Penentuan pereaksi pembatas ini sangat penting untuk tujuan efisiensi dari penggunaan pereaksi pada suatu reaksi kimia tertentu. (Nurhasni & Yusraini, 2022) 

 BAB III 

METODE PERCOBAAN 

3.1. Alat Alat yang digunakan dalam percobaan kali ini yaitu 6 buah gelas piala, 6 buah gelas ukur 10 ml, 6 buah pipet tetes, 6 buah tabung reaksi, 1 buah rak tabung reaksi, 1 buah penggaris, 1 buah spatula dan 1 buah vortex. 

3.2. Bahan Bahan yang dibutuhkan dalam percobaan kali ini adalah 10 ml Natrium Karbonat (Na2CO3) 1 M ; 10 ml, Natrium Karbonat (Na2CO3) 0,5 M; 20 ml Kalsium (II) Klorida (CaCl2) 1 M; 10 ml, Kalsium (II) Klorida (CaCl2) 0,5 M; 10 ml, Kalsium (II) Klorida (CaCl2) 0,1 M; 5 ml, Kalsium (II) Klorida (CaCl2) 0,05 M; 5 ml. 2.3. 


 Percobaan pertama


 Percobaan kedua


Percobaan ketiga


Percobaan keempat



Percobaan kelima


Percobaan keenam


BAB IV

 HASIL DAN PEMBAHASAN

 4.1 Hasil Pengamatan 




4.2  Hasil Perhitungan

M = Polantas

n  = mol*

V = Volume

 

n Na2CO3 IM = 1M X 5 MI = 5 mmol

n Na2CO3 1M = 1M X 5 MI = 5 mmol

n Na2CO3 0.5M = 0.5M X 5ml = 2.5 mmol

n Na2CO3 0.5M = 0.5M X 5ml = 2.5 mmol

n Na2CO3 0.5M = 0.5M X 5ml = 2.5 mmol

 

n CaCl2 1M = 1M X 5 MI = 5 mmol

n CaCl2 0.5M = 0,5M X 5ml = 2.5 mmol

n CaCl2 0.5M = 0,5M X 5ml = 2.5 mmol

n CaCl2 1M = 1M X 5 MI = 5 mmol

n CaCl2 0.1M = 0.1M X 5 MI = 0.5 mmol

n CaCl2 0.05M = 0.05M X 5 MI = 0.25 mmol

1.         Na2CO3 (aq)+   CaCl2 (aq)   →

2NaCl(aq)  +  CaCO3 (s)   (endapan)

 

 

                    m = 5 mmol     5 mmol          

    -                   -

B  = 5 mmol      5 mmol         

10 mmol       5 mmol


  Tidak ada reaksi pembatas

 

Produk :

n CaCO3 : 5 × 10-3 mol                         

n NaCl     : 10 × 10-3 mol                         

 

 

 

 2.        Na2CO3 (aq)    +   CaCl2 (aq)   →  2NaCl(aq)  +     CaCO3 (s)   (endapan)

  m  =  5 mmol    2,5 mmol             -                    -

  B   = 2,5 mmol  2,5 mmol       5 mmol         2,5 mmol

  s =    2.5 mmol       -                  5mmol         2.5 mmol  


                          Cacl2(aq) adalah reaksi pembatasnya

                        Produk:

           n CaCO3          : 2,5 × 10 -3 mol                   

  n NaCl            : 5 × 10 -3 mol   



3. Na2CO3 (aq)        +   CaCl2 (aq)   → 2NaCl(aq)  +  CaCO3 (s)   (endapan) 

     m = 2,5 mmol      2,5 mmol               -                     - 

     B  = 2,5 mmol       2,5 mmol            5 mmol         2,5 mmol

     S=         -                   -                      5 mmol         2,5mmol

                        Tidak ada reaksi pembatas

                         Produk:

      n CaCO3          : 2,5 × 10-3 mol                

      n NaCl             : 5 × 10-3 mol        

  

4.          Na2CO3 (aq)   +   CaCl2 (aq)   → 2NaCl(aq)  +  CaCO3 (s)  (endapan)

      m = 2,5 mmol       5 mmol                  -                     -

      B  = 2,5 mmol       2,5 mmol            5 mmol         2,5 mmol

      s   =      -                 2,5 mmol           5 mmol         2,5 mmol


                  

                        Na2CO3(aq)  adalah reaksi pembatasnya


                         Produk:

 n CaCO3          : 2,5 × 10-3 mol

  n NaCl             :5 × 10-3 mol      

 

 

 

5.        Na2CO3 (aq  )+   CaCl2 (aq)   →  2NaCl(aq)  +  CaCO3 (s)   (endapan)   

        m = 2,5 mmol       0,5 mmol               -                  -

                      B   = 0,5 mmol      0,5 mmol           1 mmol          0,5 mmol

                      s   =  2 mmol            -                        1 mmol          0,5 mmol

                        CaCl2(aq)  adalah reaksi pembatasnya

                   Produk:

 n CaCO3            : 0,5 × 10-3 mol

n NaCl2              : 1 × 10-3 mol       

 

 

 

6.    Na2CO3 (aq         )+   CaCl2 (aq)     →      2NaCl(aq)  +  CaCO3 (s)   (endapan)

  m = 2,5 mmol        0,25 mmol               -                     -   

  B= 0,25 mmol      0,25 mmol          0,25 mmol      0,25 mmol

  s =  2,25mmol            -                    0,25 mmol      0,25 mmol

                  

                        Cacl2(aq)  adalah reaksi pembatasnya

                   Produk:

 

 n CaCO3            : 0,25 × 10 -3 mol        

  n NaCl2            : 0,25 × 10 -3 mol         

 4.3 Pembahasan

     Dari hasil data di atas dapat kita ketahui hasil reaksi antara lantan Na2CO3 (atrium karbonat) dengan larutan CaCl2 (Kalsium Klorida) akan menghasilkan larutan garam NaCl (natrium klorida) dan endapan CaCO3(Kalsium karbonat). 

     Tinggi endapan dipengaruhi oleh molaritas yang dicampurkan pada percobaan. bahwa semakin tinggi konsentrasi larutan yang di reaksikan dengan jumlah volume yang sama akan menghasilkan produk hasil reaksi yang lebih banyak. Hal ini dibuktikan pada data di atas yaitu mereaksikan larutan Na2CO3 dan CaCl2 dengan jumlah volume yang sama namun dengan konsentrasi yang variatif. (ayu, Sastradirana, 2012)

     Setelah menghitung dengan perhitungan stokiometri, yaitu perbandingan dengan berkiblat pada Hukum proust dan Hukum dalton didapatkan mol endapan produk yaitu 5 mol. Dari hasil mol yang habis bereaksi (mol terkecil). Lalu didapatkan bahwa reaksi pada tabung reaksi pertama habis bereaksi. Hukum Proust, perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu persenyawaan kimia selalu tetap. (Khoeriyah, Tahirah, et all, 2013) 

     Pada percobaan pertama, Pencampuran 5ml Na2CO3 1M dan 5ml CaCl2 1M, Setelah dicampuruan terjadi perubahan warna menjadi keruh dan terbentuknya endapan. tinggi endapan dipengaruhi oleh molaritas dari masing-masing Percobaan. semakin tinggi konsentrasi lautan yang direaksikan dengan jumlah volume Yang sama akan menghasilkan produk hasil reaksi Yang lebih banyak. melalui perhitungan stoikiometri didapat mol Produknya adalah 5 mmol dan tidak ada pereaksi Pembatas karena keduanya habis saat bereaksi.     

    Pada Percobaan Pertama didapatkan tinggi endapan Pada kelompok Percobaan kami adalah 0,2 cm. Jika dibandingkan dengan kelompok lain Pengukurannya akan jauh lebih besar. Ini di sebabkan oleh tidak dikocoknya setelah dilakukan Pancampuran. Menyebabkan larutan tersebut tidak tercampur secara sempurna akibatnya tinggi endapan yang didapatkan Pada saat dilakukan Pengukuran Sangat kecil. Seharusnya dikocok menggunakan Vortex dan didiamkan selama 30 menit sampai muncul endapan berwarna putih. dan endapann yang terbentuk adalah kalsium karbonat (CaCO3). 

    Pada Percobaan kedua, Pencampuran 5ml Na2CO3 1M dan 5ml CaCl2 0.5M. setelah dicampurkan terjadi perubahan warna menjadi keruh dan terbentuknya endapan, tinggi endapan dipengaruhi oleh molaritas dari masing-masing Percobaan. Semakin tinggi konsentrasi larutan yang direaksikan dengan Jumlah volume yang sama, akan menghasilkan Produk hasil reaksi Yang lebih banyak. Melalui Perhitungan Stoikiometri didapat mol produknya adalah 2,5 mmol dan terjadi reaksi Pembatas Yaitu CaCl2, karena CaCl2 habis ketika bereaksi dan Na2CO3 maSih sisa 2,5 mmol Pada akhir reaksi.

     Pada Percobaan kedua didapatkan tinggi endapan adalah 0,7 cm. kecilnya angka Pengukuran ini disebabkan adanya kesalahan Pada Saat pencampurannya. Seharusnya larutan yang Sudah dicampur kemudian dikocok menggunakan vortex, akibatnya larutan tidak tercampur secara Sempurna. setelah menggunakan Vortex dan didiamkan Selama 30 menit, sampai muncul enndapan berwarna Putin CaCO3.     

    Pada Percobaan ketiiga, Pencampuran 5ml Na2CO3 0,5M dan CaCl2 0.5M . setelah dicampurkan terjadi perubahan warna menjadi keruh dan terbentuknya endapan, tinggi endapan dipengaruhi oleh molaritas dari masing-masing Percobaan Semakin tinggi konsentrasi larutan yang direaksikan dengan Jumlah volume yang sama, akan menghasilkan Produk hasil reaksi Yang lebih banyak. Melalui Perhitungan Stoikiometri didapat mol produknya adalah 2,5 mmol dan tidak ada pereaksi Pembatas, karena keduanya habis saat bereaksi. 

    Pada Porcobaan ketiga ini tinggi endapan yang didapatkan adalah 0,3 cm. Jika dibandignkan dengan kelompok lain, pengukurannya akan jauh lebih besar. Ini disebabkan karena tidak dikocokya larutan setelah dilakukan Pencampuran. Hal ini menyebabkan larutan tidak tercampur secara sempurna.akibatnya tinggi endapan akan sangat kecil. Seharusnya dikocok menggunakan vortex dan didiamkan selama 30 menit sampai muncul endapan berwarna putih. Endapan yang terbentuk merupakan kalsium karbonat (CaCO3.). 

    Pada Percobaan keempat. Pencampuran 5ml Na2CO3 0,5M dan CaCl2 1M . setelah dicampurkan terjadi perubahan warna menjadi keruh dan terbentuknya endapan, tinggi endapan dipengaruhi oleh molaritas dari masing-masing Percobaan Semakin tinggi konsentrasi larutan yang direaksikan dengan Jumlah volume yang sama, akan menghasilkan Produk hasil reaksi Yang lebih banyak. Melalui Perhitungan Stoikiometri didapat mol produknya adalah 2,5 mmol dan pereaksi Pembatas yaitu Na2CO3

     Pada Porcobaan keempat ini tinggi endapan yang didapatkan adalah 0,3 cm. Jika dibandignkan dengan kelompok lain, pengukurannya akan jauh lebih besar. Ini disebabkan karena tidak dikocokya larutan setelah dilakukan Pencampuran. Hal ini menyebabkan larutan tidak tercampur secara sempurna.akibatnya tinggi endapan akan sangat kecil. Seharusnya dikocok menggunakan vortex dan didiamkan selama 30 menit sampai muncul endapan berwarna putih. Endapan yang terbentuk merupakan kalsium karbonat (CaCO3.). 

    Pada Percobaan kelima. Pencampuran 5ml Na2CO3 0,5M dan CaCl2 0.1M . setelah dicampurkan terjadi perubahan warna menjadi keruh dan terbentuknya endapan, tinggi endapan dipengaruhi oleh molaritas dari masing-masing Percobaan Semakin tinggi konsentrasi larutan yang direaksikan dengan Jumlah volume yang sama, akan menghasilkan Produk hasil reaksi Yang lebih banyak. Melalui Perhitungan Stoikiometri didapat mol produknya adalah 0.5 mmol dan pereaksi Pembatas yaitu CaCl2 

     Pada Porcobaan kelima ini tinggi endapan yang didapatkan adalah 0,1 cm. Jika dibandignkan dengan kelompok lain, pengukurannya akan jauh lebih besar. Ini disebabkan karena tidak dikocokya larutan setelah dilakukan Pencampuran. Hal ini menyebabkan larutan tidak tercampur secara sempurna.akibatnya tinggi endapan akan sangat kecil. Seharusnya dikocok menggunakan vortex dan didiamkan selama 30 menit sampai muncul endapan berwarna putih. Endapan yang terbentuk merupakan kalsium karbonat (CaCO3).

     Pada Percobaan terakhir. Pencampuran 5ml Na2CO3 0,5M dan CaCl2 0.05M . setelah dicampurkan terjadi perubahan warna menjadi keruh dan terbentuknya endapan, tinggi endapan dipengaruhi oleh molaritas dari masing-masing Percobaan Semakin tinggi konsentrasi larutan yang direaksikan dengan Jumlah volume yang sama, akan menghasilkan Produk hasil reaksi Yang lebih banyak. Melalui Perhitungan Stoikiometri didapat mol produknya adalah 2.5 mmol dan pereaksi Pembatas yaitu CaCl2 

    Pada Porcobaan terakhir ini tinggi endapan yang didapatkan adalah 0,1 cm. Jika dibandignkan dengan kelompok lain, pengukurannya akan jauh lebih besar. Ini disebabkan karena tidak dikocokya larutan setelah dilakukan Pencampuran. Hal ini menyebabkan larutan tidak tercampur secara sempurna.akibatnya tinggi endapan akan sangat kecil. Seharusnya dikocok menggunakan vortex dan didiamkan selama 30 menit sampai muncul endapan berwarna putih. Endapan yang terbentuk merupakan kalsium karbonat (CaCO3).     


BAB V 

KESIMPULAN 

 Kesimpulan dari praktikum reaksi pembatas kali ini : 

  1. Pereaksi Pembatas adalah zatr (Pereaksi) yang membatasi Jumlah Produk yang dihasilkan pada suatu reakssi· Dikatakan membatasi Produk yang dihasilkan harena zat tersebut terlebih dahulu habis ketika zat lainnya masih tersedia. 
  2. Tinggi endapan dipengaruhi oleh molaritas yang dicampurkan. Semakin tinggi konsentrasi larutan yg direaksikan dengan jumlah volume yang sama maka hasil produk reaksi yang dihasilkan akan semakin banyak.
  3. Dalam menghitung endapan yang terbentuk dengan prinsip Stoikiometri. Yang Pertama dicari adalah mol dari masing masing larutannya dengan menggunakan rumus n =M.V. dan Produk yang terbentuk setelah dicari mol mula-mula yang bereaksi. Kemudian. Cari mol bereaksi dan mol sisa setelah bereaksi. inilah yang menentukan endapan dari Produk yang terbentuk. Massa Produk = mol produk x Mr. 
  4. Person Yield adalah massa zat hasil reaksi berbanding massa hasil Perhitungan.Yield = massa real/massa teoritis x 100%. ketika reaksi barlangsung banyak faktor yang menyebabkan keberhasilan suatu reaksi dalam Pengambilan bahan, banyak pengukuran yang kurang tepat yaitu hasil reaksi tidak sama hasil Secara teoritis. Persen hasil Ini darat ditentukan dengan melihat massa yang didapatkan dari endaran yang terbentuk. 


 DAFTAR PUSTAKA 

 Ayu aris, Chayyi Sastradirana. 2012. Laporan Praktikum Stokiometri.Jakarta: Universitas Sahid  Jakarta, http://ftipusahid.blogspot.com/2012/01/(accessed: 18 Oktober 2021, time 16:20).

 Chang, Raymond. (2004). Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti, Jilid 1 edisi 3. Jakarta: Erlangga.

 Khoeriyah Nikmatul, et all. 2013. LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK ACARA II STOIKIOMETRI REAKSI. Purwekerto: KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANFAKULTAS PERTANIANILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN PURWOKERTO,

 Nurhasni, & Yusraini. (2022). Pedoman Praktikum Kimia Dasar. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah. 


LAMPIRAN 










MSDS (Material Safety Data Sheet)

  • Natrium karbonat (Na2CO3)

Sifat Fisika dan Kimia

Keadaan Fisik : Bubuk Penampilan : putih

Bau : tidak berbau 

pH : Tidak tersedia.

Tekanan Uap : Tidak tersedia. Kepadatan Uap : Tidak tersedia. Tingkat Penguapan : Tidak tersedia. Viskositas : Tidak tersedia.

Titik didih : 1600 derajat C pada 760 mmHg

 Titik Leleh : 851 derajat C

Suhu Dekomposisi : Tidak tersedia. 

Kelarutan : 22 g/100mL (20 °C)

 Gravitasi / Kepadatan Spesifik : 2.53 

Berat Molekul : 105,99

Bahaya

Mata: Menyebabkan iritasi mata. Lachrymator (zat yang meningkatkan aliran air mata).

Kulit: Menyebabkan iritasi kulit. Mungkin berbahaya jika diserap melalui kulit.

Tertelan: Dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan. Mungkin berbahaya jika tertelan.

Mata : Segera basuh mata dengan banyak air selama minimal 15 menit, sesekali angkat kelopak mata atas dan bawah. Dapatkan bantuan medis.

Kulit : Dapatkan bantuan medis. Segera basuh kulit dengan banyak air selama minimal 15 menit sambil melepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci pakaian sebelum digunakan kembali.


Tertelan: Jangan memaksakan muntah. Jika korban sadar dan waspada, berikan 2-4 cangkir susu atau air. Jangan pernah memberikan apapun melalui mulut kepada orang yang tidak sadarkan diri. Dapatkan bantuan medis.

Terhirup: Berbahaya jika terhirup. Dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan.


Kronis: Efek reproduksi yang merugikan telah dilaporkan pada hewan



Penanganan


Mata: Segera basuh mata dengan banyak air selama minimal 15 menit, sesekali angkat kelopak mata atas dan bawah. Dapatkan bantuan medis.


Kulit: Dapatkan bantuan medis. Segera basuh kulit dengan banyak air selama minimal 15 menit sambil melepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi.


Tertelan: Jangan memaksakan muntah. Dapatkan bantuan medis.

Penghirupan: Jauhkan dari paparan dan segera pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas, berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernafas, berikan oksigen. Dapatkan bantuan medis.

        Terhirup: Jauhkan dari paparan dan segera pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas,   berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernafas, berikan oksigen. Dapatkan bantuan medis.

 

    • Kalsium klorida (CaCl2)

Sifat Fisika dan Kimia Keadaan Fisik : Padat

 Penampilan : putih

Titik didih : 1600 derajat C @ 760 mmHg 

Titik pembekuan/lebur :782 derajat C 

Kelarutan : Larut.

Berat jenis : 2.1500 g/cm3 Rumus Molekul : CaCl2

 Berat Molekul : 110.99

Bau : tidak berbau

Bahaya

Mata : Kontak dengan mata dapat menyebabkan iritasi parah, dan kemungkinan luka bakar pada mata.

Kulit : Kontak dengan kulit menyebabkan iritasi dan kemungkinan luka bakar, terutama jika kulit basah atau lembab.

Tertelan : Dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan yang parah dengan mual, muntah dan kemungkinan luka bakar. Dapat menyebabkan gangguan jantung. Dalam kasus yang sangat parah, kejang,pernapasan cepat, detak jantung lambat, atau kematian dapat terjadi.

Kronis: Efek mungkin tertunda.

Penanganan


Terhirup: Jauhkan dari paparan dan segera pindahkan ke udara segar. Jika tidak bernapas,   berikan pernapasan buatan. Jika sulit bernafas, berikan oksigen. Dapatkan bantuan medis.











Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I - PENGENALAN ALAT LABORATORIUM

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II - PEMBUATAN LARUTAN

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I - KESETIMBANGAN KIMIA