LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I KELOMPOK 1 - LARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

 LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I

LARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN



Kelompok 1 :

1. Nurhaliza Hafifa (11220960000081)

2. Fauzan Bahrudin (11220960000091)

3. Fajar Nur Isro (11220960000101)

Kelas : 1 Kimia C1

Dosen : Ahmad Fathoni, M.Si



PROGRAM STUDI KIMIA

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2022









BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Prinsip Percobaan

Prinsip kerja pada percobaan ini, yaitu melarutkan senyawa dengan larutan dan dari hasilnya dapat diketahui penyebabnya, pencampuran antara dua larutan, kecepatan kelarutan dengan bentuk partikel yang berbeda, juga larutan lewat jenuh dengan mencairkan suatu kristal senyawa lalu mendinginkan dengan suhu tertentu kemudian ditambahkan lagi kristal senyawa tersebut.


1.2  Tujuan Percobaan

1. Mengamati kelarutan senyawa ion dan senyawa kovalen baik dalam pelarut air maupun pelarut organik.
2. Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan suatu senyawa.
3. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan pelarutan.
4. Membedakan suatu larutan tak jenuh, tepat jenuh, dan lewat jenuh.



BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

        Larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua substansi atau lebih dimana bagianterlarutnya berupa ion atau molekul. Larutan terdiri dari solvent atau zat pelarut dan solute atau zat terlarut. Pada umumnya bagian larutan yang berjumlah banyak disebut pelarut dan yang berjumlah sedikit disebut terlarut. Baik solvent maupun solute dapat berbentuk padat, cair, dan gas (Sugiyono, 2004).

        Istilah like dissolves like merupakan azas umum dari kelarutan, dimana senyawa ion dan polar larut dalam pelarut polar dan senyawa nonpolar larut dalam pelarut nonpolar. Air adalah pelarut polar. Air melarutkan senyawa ion seperti garam dapur, NaCl, dan senyawa polar seperti gula, C12H22O11. Karbon tetra klorida adalah pelarut nonpolar dan melarutkan senyawa non polar. Pelarut nonpolar tidak dapat melarutkan senyawa ion atau senyawa polar (Nurhasni, dkk, 2017).

        Petrucci, 1987 menyatakan perbedaan antara senyawa ion dan senyawa kovalen terletak pada:

1. Pada senyawa ion, titik leleh rendah, sdangkan pada senyawa kovalen titik leleh tinggi.

2. Senyawa ion larut dalam air dan hanya sebagian yang larut dalam pelarut nonpolar, sedangkan pada senyawa kovalen, larut dalam pelarut non polar, namun hanya sebagian yang larut dalam air.

3. Senyawa ion pada suhu kamar berupa padatan, sedangkan senyawa kovalen dalam suhu kamar, berupa gas atau cairan.

4. Senyawa ion dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan senyawa kovalen hanya sebagian yang dapat menghantarkan arus listrik. 5. Senyawa ion dapat terbakar dan tidak berbau, sedangkan pada senyawa kovalen dapat terbakar dan berbau.

        Air adalah pelarut polar. Air melarutkan senyawa ion seperti garam dapur, NaCl, dan senyawa polar seperti gula, CH20. Karbon tetra klorida adalah pelarut nonpolar dan melarutkan senyawa non polar. Pelarut nonpolar tidak dapat melarutkan senyawa ion atau senyawa polar (Nurhasni, dkk., 2017).

        Zat cair yang larut satu sama lain disebut saling bercampur. Bila kedua zat cair mempunyai ikatan polar akan saling melarut. Dua zat cair yang nonpolar juga larut satu sama lain, tetapi zat cair polar dengan zat cair nonpolar saling tidak bercampur, terjadi tolak-menolak satu sama lain dan akan terpisah jadi dua lapisan. Proses pelarutan hanyalah merupakan aksi antara pelarut dengan partikel zat terlarut. Molekul-molekul pelarut menyerang partikel zat terlarut dan menyeretnya ke dalam larutan. Kecepatan pelarutan tergantung pada kecepatan pelarut menyerang zat terlarut (Nurhasni, dkk.. 2017).

        Raymond Chang, 2003 menyatakan dalam cairan dan padatan, molekul- molekul saling terikat akibat adanya tarik-menarik antarmolekul. Gaya ini juga memainkan peran penting dalam pembentukan larutan. Bila suatu zat (zat terlarut) larut dalam zat lainnya (pelarut), partikel zat terlarut akan menyebar ke seluruh pelarut. Partikel zat terlarut ini menempati posisi yang biasanya ditempati oleh molekul pelarut. Kemudahan partikel zat terlarut menggantikan molekul pelarut bergantung pada kekuatan relative dari 3 jenis reaksi:

1. Interaksi pelarut-pelarut

2. Interaksi zat terlarut-zat terlarut

3. Interaksi pelarut-zat terlarut

        Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan disolusi suatu zat antara Iain: suhu, pH, pengadukan, ukuran partikel dan sifat permukaan zat (Martin, 1990). Santi Sinila, 2016 menyatakan kecepatan kelarutan dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut :

1. Ukuran partikel. Makin halus solute, makin kecil ukuran partikel; makin luas permukaan solute yang kontak dengan solvent, solute makin cepat larut.

2. Suhu. Umumnya kenaikan suhu menambah kenaikan kelarutan solute.

        Pengaruh zat terlarut terhadap kelarutan dapat dilihat dengan cara membandingkan kecepatan melarutnya garam dapur berbutir kasar dan serbuk halus dalam air yang volumenya sama. Diperoleh, garam dapur berbutir kasar akan lebih lambat melarut dibandingkan dengan serbuk halus (Dian Wuri A, 2009).

        Raymond Chang, 2005 menyatakan larutan lewat jenuh (supersaturated solution) mengandung lebih banyak zat terlarut dibandingkan yang terdapat di dalam larutan jenuh. Larutan lewat jenuh bukanlah larutan yang sangat stabil. Pada saatnya, sebagian zat terlarut akan terpisah dari larutan lewat jenuh sebagai kristal. Proses terpisahnya zat terlarut dari larutan dan membentuk kristal dinamakan kristalisasi (crystallization). 



BAB III

METODE PERCOBAAN

 

3.1 Alat

        Alat yang dibutuhkan adalah 12 buah tabung reaksi, rak tabung reaksi, batang pengaduk, hotplate, botol semprot, gelas piala 600 ml, gelas ukur 100 ml, pipet tetes, spatula.

3.2 Bahan

        Bahan yang dibutuhkan adalah kalium permanganat (KMnO4), naftalena, heksana (C6H14), metanol (CH3OH), etanol (C2H5OH), aseton (C3H6O), sukrosa, natrium asetat trihidrat (NaC2H3O2.3H2O).

 

3.3 Metode Percobaan














BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

4.1 Data Pengamatan




4.2 Pembahasan

        Pada percobaan like dissolve like membuktikan bahwa kelarutan dipengaruhi jenis pelarut dan senyawa atau larutan yang dilarutkan. Pada percobaan pertama yaitu kelarutan yang H2O + KMnO4 warna yang dihasilkan dari percobaan ini adalah ungu tua yang dihasilkan dari pencampuran kalium permanganat dan aquades dan teriarut dengan baik setelah dihomogenkan. Terdapat ikatan hidrogen dimana terdapat ujung negatif karena atom pusat O memiliki elektron bebas dan ujung positif yang dimiliki arom H (polar) yang dapat berikatan dengan kalium permanganat (KMnO4). Wama ungu yang dihasilkan oleh kalium permanganat (KMnO4) itu dikarenakan sifat dari KMnO4 yang mudah larut dalam air.

        Pada tabung kedua kalium permanganat terlarut dengan baik dengan metanol karena keduanya sama-sama bersifat polar dan menyebabkan terjadinya perubahan warna menjadi ungu gelap. Pada tabung ketiga berisi 2 mL aseton, kalium permanganat larut baik dalam aseton karena aseton bersifat semi polar. Jadi, aseton dapat larut dalam kalium permanganat yang bersifat polar dan menghasilkan perubahan warna menjadi ungu pekat.

        Pada percobaan keempat yaitu C6H14 + KMnO4 tidak terjadi pelarutan pada percobaan ini dikarenakan oleh mengendapnya potassium (KMnO4) pada dasar tabung. Hal ini terjadi karena heksana (C6H14) itu bersifat non polar, tidak memiliki kutub (+) dan kutub (-), akibat meratanya distribusi elektron dan tidak memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau keelektronegatifannya sama (Zerro, 2017).

        Pada proses kelarutan senyawa menggunakan naftalena. Pada percobaan pertama yaitu melarutkan naftalena dengan aquades. Hasil yang didapatkan adalah air dengan naftalena tidak dapat saling melarutkan dikarenakan naftalena merupakan senyawa non polar dan air merupakan senyawa polar sehingga terbentuk endapan di dalam tabung reaksi.

        Pada percobaan kedua yaitu melarutkan naftalena dengan metanol. Hasil yang didapatkan adalah bahwa naftalena dengan metanol mengalami kelarutan secara tidak merata dan sedikit larut. Seharusnya, naftalena dapat saling melarutkan dengan metanol tetapi karena adanya gugus (-OH) pada struktur metanol yang dapat menganggu proses kelarutan yang mengakibatkan larutan menjadi sedikit lebih larut. Pada percobaan ketiga yaitu melarutkan naftalena dengan aseton dapat larut secara merata karena naftalena merupakan senyawa non polar dan aseton adalah senyawa yang sedikit lebih polar daripada naftalena sehingga masih dapat saling melarutkan. Pada percobaan keempat, yaitu melarutkan naftalena dengan heksana. Hasil yang didapatkan adalah bahwa naftalena dengan heksana mengalami kelarutan secara merata dan sempuma. Hal ini dikarenakan naftalena dan heksana merupakan senyawa non polar dan berdasarkan prinsip like dissolves like, maka senyawa non polar dapat melarutkan senyawa non polar juga.

        Proses pencampuran senyawa dengan menggunakan etanol, aseton, heksana. Pada percobaan pertama yaitu mencampurkan aquades dengan etanol diperoleh hasil bahwa keduanya tercampur merata karena gaya tarik menarik antara air dan etanol cukup besar. Pada percobaan kedua, yaitu mencampurkan aquades dengan aseton. Hasil yang diperoleh adalah bahwa aseton dapat tercampur di dalam air setelah dikocok selama beberapa kali. Aseton merupakan senyawa semi polar dan air merupakan senyawa polar sehingga interaksi dipol-dipol di antara kedua senyawa tersebut cukup kuat. Pada percobaan ketiga yaitu mencampurtan heksana dengan aquades didapatkan hasil bahwa terdapat lapisan pembatas antara air dengan beksana, dimana heksana berada di atas air. Hal ini disebabkan karena air yang bersifat polar tidak dapat melarutkan heksana yang bersifat non polar.

        Pada proses percobaan menentukan kecepatan pelarutan terdapat faktor-faktor yang dapat memengaruhi kelarutan yaitu meliputi faktor tekanan, keadaan dari bagian zat yang terlarut, dan pengadukan secara fisik. Kelarutan suatu zat kimia murni untuk laju larut yaitu kecepatan zat tersebut melarut, tergantung pada ukuran partikel dari zat, pengadukan, dan luas permukaan kontak dengan pelarut dimana semakin halus luas permulaan maka semakin cepat proses untuk melarut (Nurachma, linawati, 2015).

        Dalam demonstrasi larutan aquades dengan kristal natrium asetat trinidrat, larutan menjadi tak jenuh pada saat tabung reaksi yang berisi natrium asetat trihidrat yang ditambalikan aquades dipanaskan di penangas air. Kemudian setelah tabung reaksi didiinginkan dan membentuk endapan, larutan menjadi tepat jenuh akibat sejumlah solute yang larut telah setimbang dengan solute padatnya. Selanjutnya setelah didinginkan dan ditambahkan sedikit natrium asetat trihidrat dan ditambahkan 20 tetes aquades dan dikocok, lalu larutan membentuk kristal dan mengalami perubahan menjadi larutan lewat jenuh karena larutan lebih banyak mengandung solute, dalam reaksi ini juga terjadi perubahan warna menjadi putih pekat.

 


BAB V

KESIMPULAN

 1.       Dapat mengetahui bahwa heksana, air, etanol merupakan senyawa kovalen dan kmno4 merupakan senyawa ion

2. Dapat menghasilkan larutan homogen dan larutan yang tidak homogen bergantung dari kesamaan kepolaran larutan atau senyawa zat terlarut dengan pelarutnya atau dengan ion sejenis. Jika larutan tidak homogen maka membentuk dua atau lebih fasa.

3. Mengetahui bahwa kecepatan kelarutan dipengaruhi suhu yang tinggi, pengadukan, ukuran partikel senyawa yang dilarutkan, serta banyaknya senyawa pelarut yang ditambahkan.

4. Larutan tak jenuh bila berubah warna menjadi agak keruh atau belum pekat dan tepat jenuh saat warna berubah semakin pekat serta jika sudah terlihat padatan mengendap atau tidak terlarut, maka dinamakan lewat jenuh.

 


DAFTAR PUSTAKA

Sugivono, 2004. Kimia Pangan. Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas Yogyakarta

Nurachma, Lisnawati, 2015. Senyawa Polar dan Non polar, Makasar Universitas Pancasakti

Nurhasni, DKK 2017. Buku Pedoman Praktikum Kimia Dasar Jakarta: Program studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Chang,R. 2003. Kimia Dasar. Jakarta: Pt.Gramedia Pustaka.

Zerro. 2017. Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Jakarta: Erlangga.

Wuri, Dian A. 2009. Ilmu Kimia Analitik. Jakarta: Pt.Gramedia Pustaka.

Petrucci. 1985. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern. Jakarta: Erlangga.

 

 

Evaluasi Post Praktikum

1.) Terangkanlah istilah like dissolve like dan jelaskan apakah prinsip like dissolve like terjadi pada semua jenis campuran?

Like dissolve like adalah prinsip kelarutan yaitu pelarut hanya akan melarutkan sejenisnya, seperti pelarut polar akan melarutkan senyawa polar dan pelarut non polar akan melarutkan senyawa non polar. Jadi, semua jenis campuan akan sesuai dengan prinsip ini.

2) Jelaskan faktor yang mempengaruhi kelarutan senyawa ion dan senyawa kovalen

- Suhu → berpengaruh secara signifikan apabila fase reaktan memiliki fasa padat atau gas.

- Jenis pelarut → suatu senyawa akan larut apabila memiliki tingkat kepolaran yang sama dengan pelarutnya.

- pH → kelarutan dari garam-garam yang berasal dari asam lemah bergantung pada larutannya.

3) Jelaskan faktor yang mempengaruhi kecepatan pelarutan suatu senyawa dalam pelarut!

·  - Ukuran zat tarlarut → semakin luas permukaan, semakin banyak permukaan partikel yang saling bertumbukan satu dengan lainnya. Hal ini mengakibatkan proses pelarutan lebih cepat.

·     - Volume pelarut → semakin banyak volume pelarut yang digunakan, semakin cepat pula suatu zat akan melarut.

·    - Kecepatan pengadukan → cara yang dapat dilakukan agar proses pelarutan suatu zat berjalan lebih cepat.

4) Jelaskan ciri larutan bersifat tak jenuh, tepat jenuh dan lewat jenuh!

Larutan tidak jenuh adalah larutan yang masih bisa melarutkan zat terlarut, larutan jenuh yaitu laruran yang tidak bisa lagi melarutkan, sedangkan larutan lewat jenuh adalah larutan yang jumlah zat terlarutnya melebihi kemampuan larutnya.

5) Bagaimana mengubah larutan lewat jenuh menjadi larutan tak jenuh?

Dengan menambahkan kristal yang kecil (kristal inti/bibit) umumnya kristal dart solute. Kelebihan molekul solute akan terikat pada kristal inti dan akan mengkristal kembali.



LAMPIRAN

a. Kegiatan


     


B. Material Safety Data Sheets






























Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I - PENGENALAN ALAT LABORATORIUM

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II - PEMBUATAN LARUTAN

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I - KESETIMBANGAN KIMIA